Uniknya Cara Sunan Kudus Sebarkan Islam Beli Sapi Diikat Depan Uniknya Cara Sunan Kudus Sebarkan Islam, Beli Sapi Diikat Depan Rumah : WartaRingan Nasional

Uniknya Cara Sunan Kudus Sebarkan Islam, Beli Sapi Diikat Depan Rumah : WartaRingan Nasional

Posted on



uniknya cara sunan kudus sebarkan islam beli sapi betina diikat depan rumah 4iXaoYsogB Uniknya Cara Sunan Kudus Sebarkan Islam, Beli Sapi Diikat Depan Rumah : WartaRingan Nasional

CARA yang dilakukan Raden Ja’far Shodiq dengan membeli seekor sapi besar berasal dari India, lalu diikat di depan rumahnya untuk menarik kedatangan masyarakat yang beragama Hindu, akhirnya berhasil. Mereka sering mendatangi rumah Raden Ja’far Shodiq untuk ngalap berkali atau meminta kebaikan dari titisan Dewa Wisnu.

Dari situ, lambat laun Raden Ja’far pun mulai memperkenalkan kepada mereka mengenai ajaran Islam yang bersumber dari kitab suci Alquran. Padahal, di dalam Alquran terdapat suatu Surat Al Baqarah yang artinya Sapi Betina.

Baca Juga: Tolak Harta Melimpah, Raden Jafar Shodiq Pilih Batu dari Baitul Maqdis

Tentu saja, rakyat makin penasaran dengan penuturan Raden Ja’far, apalagi menyangkut seekor Sapi Betina dengan kaum muslimin. Bukankah jika demikian bahwa dalam agama Islam pun menghormati seekor sapi betina?

Rasa penasaran masyarakat Kudus semakin menjadi-jadi, karena Raden Ja’far Shodiq membangun sebuah masjid di depan rumahnya yang bentuknya seperti candi. Padahal, candi adalah bangunan khas dalam agama Hindu.

Di masjid tersebut juga dibangun sebuah menara yang unik karena mirip dengan tempat peribadatan agama Hindu. Tidak hanya itu, Raden Ja’far Shodiq juga membangun padasan (tempat wudhu) dengan pancuran sebanyak delapan buah yang masing-masing di atas pancuran diberi arca kepala Kebo Gumarang.

Baca Juga:  Kisah Raden Jafar Shodiq Naik Haji dan Hapus Wabah Penyakit di Kota Makkah!


Rupanya, Raden Ja’far Shodiq membuat tempat padasan tadi seperti dalam ajaran Budha, yaitu Asta Sanghika Marga (delapan jalan utama): 

1) Harus memiliki pengetahuan yang benar

2) Mengambil keputusan yang benar

3) Berkata yang benar

4) Hidup dengan cara yang benar

5) Bekerja dengan benar

6) Beribadah dengan benar

7) Menghayati agama dengan benar

8) Menjalankannya dengan benar.

Begitulah cara berdakwah Raden Ja’far Shodiq yang sangat lentur dan moderat, sehingga tidak menentang secara frontal terhadap adat-istiadat yang berlaku di masyarakat setempat yang memeluk agama Hindu-Budha.

Ritual kirim sesaji kepada para Dewa dengan menghidangkan makanan-makanan tertentu pun, oleh Raden Ja’far Shodiq kemudian diubah niatnya secara berangsur-angsur untuk bersedekah kepada masyarakat. 

Bahkan, Raden Ja’far Shodiq juga berdakwah kepada rakyat Kudus dengan menciptakan Tembang Mijil dan Maskumambang.

Demikianlah cara berdakwah yang dilakukan Raden Ja’far Shodiq yang membuahkan hasil. Sebab, dengan cara tersebut banyak masyarakat yang suka rela memeluk agama Islam. Dan, masyarakat Kudus pun kemudian memberikan gelar kepada Raden Ja’far Shodiq dengan sebutan Sunan Kudus.

Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *