Maruf Amin Sudah Mau Pilpres Hati Hati Propaganda Komputasional WartaRingan Ma'ruf Amin: Sudah Mau Pilpres, Hati-Hati Propaganda Komputasional : WartaRingan Nasional

Ma’ruf Amin: Sudah Mau Pilpres, Hati-Hati Propaganda Komputasional : WartaRingan Nasional

Posted on



JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengingatkan bahaya propaganda komputasional menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) yang semakin dekat. Pilpres sendiri akan digelar pada 2024.

Propaganda komputasional ini memanfaatkan kemajuan teknologi informasi saat ini. Meskipun di satu sisi, kemajuan ini merupakan hal yang baik, namun di sisi lain juga dapat membawa dampak buruk apabila tidak disikapi dengan bijak.

BACA JUGA:Pengamat Politik: Capres Pilpres 2024 Harus Berkualitas, Tidak Sekedar Populer 

Oleh karena itu, Wapres meminta seluruh masyarakat termasuk para santri dan guru harus dapat memanfaatkan kemajuan ini dengan bijak, agar tidak terbawa arus disinformasi yang memicu perpecahan.

“Tapi ada bahayanya. Bahayanya itu apa? Munculnya disinformasi, informasi yang tidak benar, munculnya hoax, munculnya fitnah. Sebab, sekarang ini banyak akun-akun palsu yang menggunakan platform-platform seperti Google, Facebook, seperti apa semua itu, itu muncul, seperti sudah terjadi di Amerika. Disebutnya apa ini? Propaganda komputasional,” tutur Wapres saat menghadiri acara Sarasehan Bersama Pimpinan Pusat dan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) di Institut K.H. Abdul Chalim, Jalan Raya Tirtowening, Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (3/6/2022).

Wapres juga menyampaikan, propaganda komputasional saat ini telah masuk ke dalam tatanan masyarakat hingga ke tingkat terkecil, yaitu anak-anak. Untuk itu, Wapres mengimbau agar hal ini dapat disikapi dengan baik oleh seluruh masyarakat, diantaranya oleh para guru (tenaga pendidik) dan santri.

BACA JUGA:KPU Anggarkan Rp14,4 Triliun untuk Kebutuhan Pilpres 2024 Putaran Kedua 


“Sebab, sekarang sudah masuk ke mana-mana, masuk ke dapur, masuk ke kamar anak-anak kita, membuat keraguan, dan juga membuat perpecahan-perpecahan,” ujar Wapres.

“Yang harus kita cegah, jangan sampai nanti (kemajuan teknologi informasi) digunakan untuk membuat, merusak, mempengaruhi pikiran masyarakat dalam rangka penyesatan,” tambahnya.

Khususnya saat ini, di mana dalam dua tahun ke depan Indonesia akan kembali memasuki pesta demokrasi terbesar di negeri ini.

“Hati-hati ini, sudah mau Pilpres. Ini sudah mulai terjadi pelan-pelan, dan berbagai antisipasi. Kita memang disuruh melakukan antisipasi pada saat kemungkinan terjadinya bahaya,” imbau Wapres.

“Ini tugas guru memberikan pengertian kepada murid-murid kita ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *