Biden dan Putin Akan Berbicara di Tengah Ketegangan Ukraina Biden dan Putin Akan Berbicara di Tengah Ketegangan Ukraina : WartaRingan News

Biden dan Putin Akan Berbicara di Tengah Ketegangan Ukraina : WartaRingan News

Posted on



WASHINGTONGedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan berbicara pada Kamis (30/12), saat Washington menyusun tanggapan bersama terhadap pembangunan militer Rusia di perbatasan Ukraina dengan sekutu Eropa.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Emily Horne dalam sebuah pernyataan mengatakan kedua pemimpin akan membahas berbagai topik, termasuk pembicaraan keamanan yang akan datang antara kedua negara dan situasi tegang di Eropa.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada Reuters bahwa pembicaraan itu direncanakan untuk “Kamis (30/12) malam,” tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Horne mengatakan Biden telah berbicara dengan para pemimpin di seluruh Eropa tentang situasi di perbatasan Ukraina. Sementara itu, pejabat administrasi Biden berhubungan dengan NATO, Uni Eropa dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa.

Baca juga: AS Kami Siap Mulai Pembicaraan dengan Rusia

Menurut juru bicara Gedung Putih, pemerintahan Biden telah melakukan pembicaraan mendalam dengan Ukraina serta sejumlah sekutu NATO, termasuk yang berbatasan dengan Rusia.

Pejabat lainnya mengatakan Biden kemungkinan akan segera berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara dengan pemimpin Ukraina pada Rabu (29/12) dan menyatakan “dukungan tak tergoyahkan untuk kemerdekaan Ukraina.

Baca juga: Rusia Kirim Pasukan Bunuh Diri Lengkap dengan Pelacak GPS ke Ukraina

Diketahui, Moskow telah membuat Barat khawatir dengan mengerahkan puluhan ribu tentara di dekat Ukraina dalam dua bulan terakhir, menyusul perebutan semenanjung Krimea Ukraina pada 2014 dan dukungannya terhadap separatis yang memerangi pasukan Kyiv di Ukraina timur.


Rusia membantah berencana menyerang Ukraina dan mengatakan pihaknya memiliki hak untuk memindahkan pasukannya di wilayahnya sendiri sesuka hati.

Moskow, khawatir dengan apa yang dikatakannya sebagai Barat mempersenjatai kembali Ukraina, mengatakan ingin jaminan yang mengikat secara hukum NATO tidak akan memperluas lebih jauh ke timur, dan bahwa senjata ofensif tertentu tidak akan dikerahkan ke Ukraina atau negara tetangga lainnya.

Kekhawatiran AS belum surut dalam beberapa pekan terakhir, menurut seorang pejabat senior pemerintahan Biden. Pejabat AS lainnya mengatakan bahwa meskipun ada laporan pada akhir pekan bahwa Rusia akan menarik kembali sekitar 10.000 tentara dari perbatasannya dengan Ukraina, mereka telah melihat sedikit bukti untuk mendukung hal itu sejauh ini.

“Kami berada pada saat krisis dan telah selama beberapa minggu sekarang diberikan peningkatan Rusia, dan itu akan membutuhkan keterlibatan tingkat tinggi untuk mengatasi ini dan untuk menemukan jalan de-eskalasi,” kata salah satu pejabat AS yang menolak disebutkan namanya.

Pejabat itu mengatakan Putin meminta panggilan telepon dengan Biden. “Ketika Presiden Biden meminta untuk berbicara dengan Presiden Putin selama tahun 2021, Presiden Putin mengatakan, Ya, mari kita bicara. Dan ketika Presiden Putin berkata, saya tertarik untuk membahas pangkalan dan melakukan panggilan telepon, Presiden Biden mengatakan ya,” lanjutnya.

Seorang pejabat AS lainnya mengatakan percakapan antara Putin dan Biden kemungkinan akan menyentuh masalah lain juga. Termasuk pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran mengenai program nuklirnya.

Biden kemungkinan akan mengulangi seruan bahwa AS akan mengambil tindakan ekonomi cepat terhadap Rusia jika terjadi invasi. Mereka juga akan memperkuat Pakta Pertahanan Atlantik Utara dalam kasus seperti itu.

Namun Presiden AS telah mendorong diplomasi langsung sebagai alternatif.

JSTARS, sejenis pesawat mata-mata militer AS, beroperasi di wilayah udara Ukraina untuk pertama kalinya awal pekan ini, meskipun berbagai jenis pesawat pengintai biasa ditemukan di wilayah tersebut.

Biden pada Selasa (28/12) mengatakan akan melihat apa yang terjadi ke depannya ketika ditanya apakah dia akan bertemu Putin pada 10 Januari mendatang, hari yang sama para pejabat AS dan Rusia akan mengadakan pembicaraan keamanan. Namun seorang pejabat mengatakan Biden diperkirakan tidak akan menghadiri pembicaraan itu atau bertemu dengan Putin hari itu.

Rusia dan NATO juga akan mengadakan pembicaraan pada 12 Januari mendatang, dengan pertemuan yang lebih luas termasuk Moskow, Washington dan negara-negara Eropa lainnya yang dijadwalkan pada 13 Januari nanti.

Putin membandingkan ketegangan saat ini dengan Krisis Rudal Kuba era Perang Dingin pada tahun 1962. Washington menganggap beberapa tuntutannya, termasuk pembatasan ekspansi NATO, sebagai hal yang tidak dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *