Arkeolog Rekonstruksi Wajah Perempuan di Zaman Batu Ini Hasilnya Arkeolog Rekonstruksi Wajah Perempuan di Zaman Batu, Ini Hasilnya : WartaRingan techno

Arkeolog Rekonstruksi Wajah Perempuan di Zaman Batu, Ini Hasilnya : WartaRingan techno

Posted on



JAKARTA – Seorang arkeolog merekonstruksi wajah perempuan purba yang hidup di zaman batu, hasilnya sendiri berlandaskan tengkorak berusia 4.000 tahun.

Dilansir dari IFLScience, Jumat (18/3/2022), tengkorak tersebut ditemukan terkubur di dalam hutan Swedia dan telah membantu dalam merekonstruksi wajah seorang perempuan zaman batu.

Rekonstruksi ini, dilakukan oleh Oscar Nilsson, seorang arkeolog yang dikenal menggunakan teknologi forensik untuk menghidupkan kembali wajah-wajah kuno berlandaskan tengkorak mereka.

Tindakan rekonstruksinya, didasarkan pada replikasi model tengkorak 3D yang aslinya ditemukan pada awal 1920-an di Västernorrland, Swedia barat.

Para arkeolog, pernah menemukan peti mati batu berisi dua tengkorang berusia 4.000 tahun, yang dulu merupakan seorang perempuan berusia 20-an, dan seorang bocah lelaki berusia tujuh tahun.

Diperkirakan, hubungan keduanya adalah ibu dan anak, atau mungkin saudara perempuan dan laki-laki, tetapi cuma sedikit yang benar-benar dapat diketahui tentang hubungan mereka, atau kematian misterius mereka.

Penemuan tengkorang tersebut, menginspirasi para arkeolog untuk merekonstruksi bagaimana wujud orang-orang ini ketika hidup. Sayangnya, tengkorak anak laki-laki itu dalam kondisi yang terlalu buruk untuk direkonstruksi, tetapi tengkorak wanita tetap utuh.

Guna memahami bentuk rahang dan mulutnya, sisa gigi dipelajari dengan cermat. Ada juga perlekatan ligamen di rongga mata, memberikan indikasi kemiringan mata dan seberapa dalam mata.

Untuk membangun bentuk wajah, Nilsson memetakan model tengkorak menggunakan pasak untuk menunjukkan kedalaman jaringan dan menerapkan lapisan demi lapisan bahan untuk menciptakan tampilan otot.

Kendati demikian, terpaksa menebak warna rambut, kulit, dan mata karena DNA terlalu terdegradasi untuk membuat penilaian yang akurat.

Pakaian juga merupakan interpretasi dan terbuat dari bahan organik. Berdasarkan teknologi dan bahan yang tersedia di zaman batu, penyamak dan pengrajin Helena Gjaerum menciptakan semua pakaian dan aksesoris perempuan zaman itu.

(amj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *